Putriku sekolah di Jagad Alit Waldorf

Minggu lalu merupakan hari baru untuk kami, pertamakalinya putri sulungku masuk taman kanak-kanak di usianya yang hampir lima. Waktu yang ternyata begitu pas diaturkanNya, karena ia sudah di usia yang cukup siap untuk keluar sedikit dari lingkungan rumahnya.


Aku beruntung sekali dipersiapkan banyak bantuan oleh sekolah agar mengantarkan putriku ke dunia barunya dapat berjalan dengan nyaman, ada dongeng pengiring, hari pemanasan, juga lingkungan yang begitu aman tanpa tuntutan, yang membuatnya tidak merasa tertekan namun tetap dalam batasan.


Ketika harinya tiba dimana aku tak lagi menemaninya di dalam, tentu ada tangisan ketika ia akan masuk membuka pagar, tak apa.. namanya juga manusia. Aku tempat bernaungnya, keberpisahan tak pernah nyaman. Sekilas teringat waktu aku menyapihnya..


Gurunya, yang juga sahabatku, menguatkan aku untuk menitipkan rasa yakin pada putriku, hal yang tak bisa dilihat wujudnya namun punya kekuatan besar untuk jiwanya.


Dan beberapa hari berselang, lihat lah dia.. Bermain dengan gembira bersama teman-teman barunya.

Tadi selepas berdoa aku makin menyadari, kebahagiaan masa kecil yang baik lah bekal yang bisa  dibawa untuk menumbuhkan kebaikan lainnya di masa depan.

Aku tentu tidak bisa kembali ke TK atau SD (walaupun rela kembali ke TK lagi kalau sekolahnya di Waldorf), namun aku bisa memberikan kesempatan untuk putriku memelihara masa kecilnya, bersama hati tulus yang menjadikan guru sebagai sebuah pekerjaan mulia.

Komentar

Postingan Populer